Bungo – Ditengah keseriusan Pemerintah Daerah (PEMDA) Bungo dalam upaya menjadikan Kabupaten Bungo sebagai pusat sentra kesehatan jambi wilayah barat, upaya keseriusan Pemda Bungo tersebut mestinya didukung oleh Rumah sakit yang ada di Bungo baik milik pemerintah maupun milik swasta, namun hal tersebut berbeda dengan harapan
salah satu dokter di Rumah sakit swasta di Bungo bersikap arogan terhadap masyarakat Bungo yang berobat menggunakan Kartu Indonesia sehat (KIS). (7/11)
Salah satu yang diduga dokter di Rumah Sakit Permata hati Bungo bersikap arogan terhadap pasien yang meradang kesakitan berobat menggunakan Kartu Indonesia sehat (KIS)

Pasalnya saat pasien datang ke Rumah sakit Permata hati Bungo sekira pukul 18:55 wib untuk berobat menggunakan Kartu Indonesia sehat (KIS), alih alih pasien tersebut di obati oleh dokter atau perawatnya, malahan pasien tersebut menerima lontaran kata yang tak sedap di dengar
Salah satu keluarga pasien berinisial (E) mengatakan dari awal masuk sikap dokter dan perawat yang bertugas sudah memperlihatkan respon yang kurang baik terhadap saudara saya yang sedang meradang kesakitan
ia mengatakan bahwa oknum dokter tersebut mengatakan, bahwa saudara nya itu tidak sakit tetapi “setres”. Ujarnya
Tidak hanya sebatas itu, alih-alih di obati malahan oknum dokter tersebut melontarkan perkataan kepada pasien ” Kamu yang sakit, kami yang repot,” Tambahnya
Bahkan ada salah satu masyarakat yang ingin membantu saudara saya yang meradang kesakitan dengan memberi balsem, namun dilarang oleh oknum dokter tersebut. Ujarnya
Sudah sekian lama kami menunggu, berharap saudara saya di obati. Namun kami disuruh ke Rumah sakit lain dengan alasan kamar penuh. Tutupnya
Saat menerima informasi, awak media totaljambi.com coba mengkonfirmasi kebenarannya terhadap pihak Rumah Sakit Permata Hati Bungo pada pukul 22:30 wib, namun awak media diminta datang lagi ke Rumah Sakit pada tanggal 8 November 2025 pukul 10:00 wib oleh penjaga yang bertugas
Awak media coba menanyakan identitas oknum dokter tersebut kepada penjaga yang sedang bertugas, ia menjawab bahwa dokter yang bertugas pada jam tersebut adalah dokter berinisial (M). Sebutnya
Hingga berita ini dirilis belum ada keterangan resmi dari pihak rumah sakit Permata Hati Bungo, selain itu mengenai kasus ini pihak media totaljambi.com akan terus mengawal dan menelusuri kebenarannya
Redaksi


